Puisi pengorbanan ibu

Keringatnya mengalir derasDi curut muka bisa kulihatIa lelah tubuhnya ruah muakIa merapuh di ujung kasur

Airmata dan hatinya hancurDimakan durjana oleh mulut mulut kotorHatinya sudah luruh berdebuAku tahu ia lelahIa menjadi hambaMenjadi hamba tuan berduitMenjadi tangan tangan hina

Demi seonggok kertas berangka rupiahAku mencintainyaBersalah karena ia rendah demiku

Dia bertarung dengan harga diri dan keringat Mengajak malam ke peraduannyaDi pucuk malam hitam memekak

Kutemukan ia menjulang di sudut kayuMatanya sayu lelah terkatupMenutup putih hingga esok menyiksa lagi.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Maukah kau menjadi temanku?

Awal hijrahku

Kelulusan dan perpisahan