Semua gak bisa di bayar dengan uang
Hai namaku Rehan, aku duduk di bangku dasar kelas 5 sd. Hari ini aku dan temanku yaitu; Nina, Syakib dan Dona akan makan bersama di kantin saat istirahat ini. Tak ada satupun hari tanpa bersama teman. Aku sambil bercanda dan makan sampai tak terasa kalau makanannya sudah habis dan saatnya membayar semua makanannya.“Hari ini aku yang traktir oke!!” ucap Syakib sambil menunjukkan uangnya.“Wih… , banyak duit nih!!” sahut Dona.Tapi aku merasa tak mau kalah dari Syakib dan ingin dipuji lalu aku langsung menunjukkan uang yang lebih banyak dari Syakib. “Udah Kib, gak usah hari ini aku traktir”Yang lain pun gembira tapi, Syakib tampak murung.Istirahat selesai, waktunya memulai pelajaran lagi. Pelajaran kali ini adalah pelajaran matematika dan biasanya guruku menyuruh muridnya menggunakan pensil tapi aku lupa membawanya. Aku yang duduksebangku dengan Syakib langsung minta izinuntuk meminjam pensil miliknya.“Syakib pinjam pensilnya ya!!” izinku sambil melirik tempat pensil milik Syakib.Namun Syakib terlihat ragu-ragu untuk meminjamkannya.“Gimana nih!, ini adalah pensil peninggalan ibuku!!, aku pinjemin gak yah?” tanya Syakib dalam hati.Aku memandang Syakib. “Boleh gak nih?”“I-iyah deh boleh!”“Gitu dong, aku kembalikan besok oke!” kataku tersenyum.Syakib mengangguk tersenyum.Saat pulang sekolah kami selalu berjalan kaki bersama-sama. Tanpa kusadari tasku terbuka lalu pensil Syakib jatuh ke selokan dengan barangku yang lainnya. Semua berusaha menolong termaksud Syakib yang terlihat khawatir dengan pensilnya.“Udah gak usah dipungut aku bisa beli lagi kok!!” ucapku sombong.“Tapi pensilku!!” ucap Syakib“Udah tar aku ganti!, banyak kok pensil kayakgitu!!”Semua temanku pun menatapku dengan serius.“Eh, gak semua barang bisa kamu bayar dengan uang!!, asal kamu tau!, itu pensil peninggalan ibuku!!” ucap Syakib sambil menangis.Syakib langsung menangis dan pergi meninggalkan semua.“Jahat banget sih Rehan!!” ucap Nina.Semua pun pergi meninggalkanku.Keesokan harinya Syakib tidak masuk sekolah, disitu aku merasa bahwa aku bersalah. Semua orang menjauhiku termasuk temanku.“Maafkan aku teman-teman!!” ucapku meminta maaf.“Harusnya kamu minta maaf sama Syakib!, bukan kita!!” ucap Dona.“Kalian mau kan bantuin aku ke rumah Syakib untuk minta maaf sama Syakib?, pasti dia gak masuk karena aku!!” ucapku menundukSemua temanku mengagguk senyum.Saat pulang sekolah kami semua pulang ke rumah Syakib, untuk menunjukkan sesuatu pada Syakib.Syakib keluar dengan wajah pucat menghampiriku“Im, sorry Syakib ini untuk kamu!!” ucapku sambil menunjukkan hadiah bertuliskan maaf.“Iya aku maafin kok!!” balas SyakibAku belajar bahwa tidak semua bisa dibayar dengan uang dan aku tidak akan mengulang kesalahan ini lagi.
😗😗😗
BalasHapusUhh mntabb:)
BalasHapusUhhh mantap
BalasHapusWell
BalasHapusMantap
BalasHapusbetul din
BalasHapusbgss
BalasHapusGood
BalasHapus